Kamis, 02 Januari 2014

Mukjizat Al-Quran: Proses Penciptaan di Alam RahiM

Bismillahirrahmaanirrahiim

Jauh sebelum sains modern menemukan proses
pembentukan embrio manusia, pada ke-7 M
Alquran telah menjelaskan proses pembentukan
embrio manusia. Prof Keith L Moore, guru besar
Departemen Anatomi dan Biologi Sel Universitas
Toronto pun telah membuktikan kebenaran firman
Allah SWT itu.

"Saya tak tahu apa-apa tentang agama, namun
saya meyakini kebenaran fakta yang terkandung
dalam Alquran dan sunah," papar Moore yang
terkagum-kagum dengan kandungan Alquran
yang secara akurat menjelaskan perkembangan
embrio manusia.

Alquran secara gamblang telah menjelaskan
proses pembentukan embrio manusia. Alquran
telah berbicara tentang pertumbuhan janin di
dalam perut ibu fase demi fase, padahal janin dan
pertumbuhannya tidaklah terlihat dengan mata
kepala dan tidak mungkin juga dijelaskan hanya
dengan duga dan kira.
Sains modern baru mengetahui proses penciptaan
di alam rahim setelah ditemukannya alat–alat
pemeriksaan modern. "Saya sungguh sangat
membahagiakan bisa membantu mengklarifikasi
pernyataan Alquran tentang perkembangan
manusia. Jelaslah bagi saya, pernyataan (Alquran)
itu pastilah turun kepada Muhammad dari Tuhan,"
papar Moore, ilmuwan terkemuka dalam bidang
anatomi dan embriologi.

Proses penciptaan manusia di dalam rahim
dijelaskan dalam Alquran surat al-Mu'minun ayat
12-14. ''Dan, sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal)
dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air
mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh
(rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan
segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu kami
jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu
Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang
itu Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan
dia makhluk yang (berbentuk) lain ...."

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan adanya enam
fase terbentuknya janin dalam rahim. Tahap
pertama penciptaan janin disebut Sulalah dimulai
dari saripati mani. Allah menjelaskan bahwa
manusia diciptakan “ dari saripati air yang hina (air
mani)”. Manusia bukan diciptakan dari seluruh
mani yang keluar dari suami – istri, tapi hanya dari
bagian yang sangat halus. Itulah yang dimaksud
dengan “ Sulalah”
Menurut riset yang telah diteliti oleh para ahli
sekarang, bahwa manusia itu tercipta dari satu
sperma saja. Itu sangat sedikit sekali bila dibanding
dengan sperma yang keluar dari laki-laki yang
mencapai jutaan sperma. Sulalah adalah kata yang
paling tepat dan cocok untuk menggambarkan
proses terbentuknya janin ini, karena satu dari
jutaan sperma ini bergerak menuju ke rahim untuk
membuahi ovum dari wanita.

Tahap kedua disebut Alaqoh. “Kemudian air mani
itu Kami jadikan segumpal darah ( ‘Alaqoh ).”
‘Alaqoh berarti juga nama dari binatang kecil yang
hidup di air dan di tanah yang terkadang
menempel di mulut binatang pada waktu minum
di rawa – rawa (yaitu sebangsa lintah ).
Bentuk janin pada fase ini sangat mirip sekali
dengan binatang lintah tersebut. Bahkan kalau
keduanya difoto bersamaan, niscaya manusia tidak
akan bisa membedakkan bentuk dan gambar
keduanya.

Tahap ketiga, Mudghah (Segumpal Daging). Dalam
kelanjutan surat al-Mukminun dijelaskan ''Lalu
segumpal darah itu Kami jadikan segumpal
daging.” Tahap keempat ditandai dengan muncul
dan tumbuhnya tulang. “Dan segumpal daging itu
Kami jadikan tulang belulang.”
Para ahli dan spesialis dlm bidang medis telah
menyimpulkan bahwa tulang itu muncul sebelum
daging sebagai penutupnya.

Setelah itu barulah
muncul daging. Ini hanya baru diketahui oleh para
ahli pada zaman sekarang, itu pun dengan bantuan
alat – alat fotografi.

Tahap kelima, pembungkusan tulang dengan
daging. “Lalu tulang belulang itu Kami bungkus
dengan dagin...'' Didahulukannya penciptaan tulang
sebelum daging, itu karena daging butuh kepada
tulang untuk menempel padanya. Maka tulang
mesti sudah ada sebelum daging.
Tahap keenam adalah perubahan janin ke bentuk
yang lain. “Kemudian Kami jadikan dia makhluk
yang (berbentuk) lain..'' Menurut Dr Ahmad Hamid
Ahmad, bersama dengan berakhirnya pekan
ketujuh, panjang Mudghah sudah mencapai 8 – 16
milimeter”
Termasuk yang membedakan pada periode ini
adalah: bahwa bentuk tulang berbentuk bengkok
menyerupai bulan sabit, kemudian mulai berubah
lurus dan tegap. Di tambah lagi ada sesuatu yang
membedakan janin dengan makhluk hidup yang
lain, yaitu sempurnanya bentuk tubuh pda pekan
ke8.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda,
”Seseorang dari kamu ditempatkan penciptaannya
di dalam perut ibunya dalam selama empat puluh
hari, kemudian menjadi `alaqah selama itu pula (40
hari), kemudian menjadi mudhghah selama itu
pula (40 hari); kemudian Allah mengutus seorang
malaikat lalu diperintahkan empat kalimat (hal), dan
dikatakan kepadanya: Tulislah amal, rizki dan
ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya); kemudian
ditiupkan ruh padanya.” (Hadits riwayat Imam al-
Bukhari dari `Abdullah).

Begitulah, proses penciptaan janin di dalam rahim
seorang ibu, hingga akhirnya melahirkan diusia
kehamilan sembilan bulan. Sungguh Maha Sucilah
Allah, Pencipta Yang Paling Baik.